Banjarbaru – Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Supian HK, yang diwakili Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Adrizal, menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai (TB), Jumat (24/04) pagi.
Sebanyak 91 siswa resmi menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus sebagai prajurit Bintara TNI AD. Selama 8 minggu masa pendidikan, para siswa telah ditempa secara fisik, mental, dan disiplin guna membentuk karakter prajurit yang tangguh, profesional, serta siap mengemban tugas negara di berbagai medan penugasan.
Ditemui seusai kegiatan, Adrizal menyampaikan harapan besar kepada para prajurit muda yang baru saja dilantik. Ia menilai, keberhasilan menyelesaikan pendidikan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
“Saya berharap para prajurit muda ini mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa, sekaligus hadir sebagai teladan di tengah masyarakat melalui sikap disiplin dan dedikasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang telah diperoleh selama pendidikan harus terus dijaga dan dikembangkan dalam setiap penugasan ke depan.
“Pengalaman selama pendidikan hendaknya menjadi bekal utama untuk mengabdi secara profesional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” lanjutnya.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai (TB), Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menutup secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa dalam menempuh pendidikan.
“Selamat kepada para siswa yang kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda).
Ia menekankan bahwa para lulusan merupakan prajurit terpilih yang harus menjaga kehormatan diri dan institusi.
“Kalian adalah prajurit pilihan yang telah ditempa untuk memiliki mental tangguh dan jiwa korsa yang kuat. Pertahankan dengan kinerja dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Upacara penutupan turut dimeriahkan dengan penampilan aksi kolosal yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Yang dilanjutkan penyerangan oleh musuh yang kemudian berhasil digagalkan oleh prajurit TNI dalam rangkaian aksi yang menegangkan layaknya adegan laga di televisi.

