AMUNTAI, Humas — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Suripno Sumas, bersama anggota Komisi II lainnya melaksanakan monitoring pembinaan dan pengembangan industri dengan mengunjungi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoperindag) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) serta Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai. Kegiatan berlangsung di Aula H. Idham Chalid, Amuntai, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan H. Ahmad Bagiawan, S.Pd., M.M., jajaran Dinkoperindag HSU, serta pengelola Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu kunci utama agar UMKM di Banua mampu naik kelas dan memperluas jangkauan pemasaran produk.

“UMKM kita di HSU memiliki produk yang sangat potensial, mulai dari kerajinan rotan, kue bangkit hingga olahan ikan gabus. Namun apabila pemasarannya masih terbatas secara konvensional, tentu akan sulit bersaing dengan produk lain yang sudah memanfaatkan marketplace dan media digital. Karena itu kami mendorong Dinkoperindag menjadi jembatan bagi UMKM untuk berkembang melalui digitalisasi,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga mendorong pelaksanaan tiga langkah strategis, yakni pelatihan digital marketing secara berkelanjutan, fasilitasi pendaftaran marketplace dan QRIS bagi pelaku UMKM, serta pembangunan etalase digital khusus produk unggulan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bupati HSU, H. Sahrujani, menyambut baik dukungan dan perhatian Komisi II DPRD Kalsel. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara siap bersinergi untuk meningkatkan daya saing UMKM agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional melalui platform digital.

Selain membahas pengembangan UMKM, Komisi II DPRD Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai. H. Suripno Sumas mengungkapkan bahwa balai tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam memberikan berbagai pelatihan industri kepada masyarakat.

“Kami melihat Balai Diklat Industri Kayu dan Logam telah menjalankan fungsi pelatihan dengan baik. Namun sangat disayangkan, jumlah pelatihan yang dilaksanakan setiap tahun terus menurun akibat keterbatasan anggaran. Padahal masyarakat masih sangat membutuhkan pelatihan industri yang inovatif agar mampu bersaing dan mengikuti perkembangan pasar,” jelasnya.

Menurut Suripno, kondisi sarana dan prasarana balai juga menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kalsel. Oleh karena itu pihaknya akan memperjuangkan dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas pelatihan, pengadaan peralatan yang lebih modern, serta rehabilitasi gedung kantor dan ruang pelatihan.

“Kami mencatat kebutuhan anggaran untuk peningkatan fasilitas balai industri sebagai salah satu prioritas yang akan kami perjuangkan. Dengan fasilitas yang memadai, proses pelatihan dapat berjalan lebih optimal dan mampu menghasilkan tenaga kerja serta pelaku industri yang kompeten,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Adrizal, menegaskan bahwa UMKM daerah harus terus didorong untuk berkembang melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan dukungan anggaran bagi pengembangan peralatan pelatihan yang lebih maju dan modern.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel juga menerima informasi bahwa sebagian pelaku usaha kecil dan menengah di HSU masih belum memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah disediakan pemerintah dan perbankan. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD untuk dicari solusi bersama agar akses pembiayaan usaha dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung ekspansi usaha masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Komisi II DPRD Kalsel berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat dalam mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan industri lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara.