Jakarta,Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan pengembangan komoditas kelapa dalam yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan petani.(23/07/2026)
Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua Tim Kerja Kelapa, Agus Rosyid Wasingun.Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga penguatan hilirisasi komoditas kelapa dalam.
Dalam diskusi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Kalimantan Selatan telah ditargetkan melakukan penanaman kelapa dalam seluas 1.100 hektare yang terbagi di 2 kabupaten yaitu kabupaten Batola 600 hektare dan kabupaten Tanah bumbu 500 hektare. Namun demikian, upaya pencapaian target tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran, terutama terkait dukungan subsidi dari pemerintah pusat yang dinilai belum memadai.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap berkomitmen dan mengharapkan target penanaman 1.100 hektare di Kalimantan Selatan dapat terealisasi pada tahun 2026. Hal ini merupakan bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan nasional sekaligus peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, H. Jahrian, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah. Ia mendorong sinergi antara Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan agar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif lahan pengembangan kelapa dalam.
Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung daerah melalui berbagai program, antara lain peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, serta penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk kelapa dalam.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program pengembangan kelapa dalam di Kalimantan Selatan dapat berjalan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

